Blogroll

       HOME        LINK        ABOUT        FOLLOW      
Showing posts with label Olympus Mju Zoom 115. Show all posts
Showing posts with label Olympus Mju Zoom 115. Show all posts

3.17.2017

A Walk To | Pantai Banyu Tibo - Pacitan

Back in the end of 2015 (yet it's a very late post haha), me, Ian & Syakir impulsively decided to explore Pacitan (a home town to Indonesia's former president SBY). It's not-so-famous-yet destination, cheap and another heaven for surfer or beach lovers. And Banyu Tibo is our main beach destination :D

After office, we went straight to bus station in Lebak Bulus with a hope that we'd still get a bus. It was a long weekend so it's hard kinda hard to find the bus with a good facility, not to mention that the price was way more expensive too. It's better if you take the bus from terminal in East Jakarta or Bekasi area! Finally we arrived in Jogjakarta then we took travel to Pacitan, that we ordered while in the bus haha. We arrived in Pacitan the next night after we depart from Jakarta. Bad traffic made us feel like it's Lebaran holiday already :') 

We stayed in Harry's Ocean homestay, I think it's the best one in Pacitan with good price, rustic wooden interior, provide bike rental and most foreigners surfer also stay here hahahaha. Note that the bale-bale type of homestay is only available in the first Harry's Ocean (they have another one which located on the same street). 

We took motorcycle and rely on Waze/Google Maps to wander around Pacitan. Of course Banyu Tibo is our first beach in our first morning. The beach is famous for the waterfall that fall down to the shore of the beach. We have to wait until the tide dropped & the waves decreased so it will be safe to go down to the beach. 






The beach reminds me to beaches in my parents' hometown, it has big waves! Tipe-tipe pantai selatan gitulah :D




One thing that I don't like from this beach is the food sellers around the beach, it just contaminate the pretty view hahaha. Well we bought coconut water there haha but it would be great if they relocate somewhere else :')



Olympus Mju Zoom 115 + Kodak Gold
Dev & Scan Shutter & Button







2.04.2017

Camp Vibes | Camping di Pulau Dolphin (Kepulauan Seribu)

Berawal dari "ngecamp di pantai yuk, biar ga di gunung terus", akhirnya kami pun ke ngumpulin massa dan konsultasi sama Pak Bob, kenalan teman yang pernah pakai jasa perahu dia untuk ngecamp ke Pulau Perak. Rencananya kami mau ngecamp di Pulau Perak tapi menurut Pak Bob  pihak kepolisian Pulau Seribu melarang pengunjung buat camp di sana. Infonya sih karena dulu ada yang pesta narkoba di sana *waduh kzl*

Pak Bob pun kasih pilihan beberapa pulau lain, yang udah lupa namanya apa-apa aja, ada juga pulau yang setelah kita browsing katanya ada kuburan di sini sebut aja nope island :)) Akhirnya pilihan ngecamp jatuh ke Pulau Dolphin.

kapal kayu ke Pulau Dolphin

Kami berangkat pagi-pagi dari Muara Angke naik kapal kayu yang keliatannya serem karena banyak banget orang tapi alhamdulilah bisa sampai di Pulau Harapan dengan selamat. Yak sampai Pulau Harapan sekitar Dzuhur, kami pun solat dan makan siang di rumah penduduk yang udah disediain sama Pak Bob. Ternyata dari Pulau Harapan ke Pulau Dolphin (yang ga ada lumba-lumbanya ini) lumayan jauh ya sejam lebih.

Karena udah sore, hari ini kita  snorkeling di sekitar pulau aja. Ternyata lokasi Pulau Dolphin kayanya ga gitu jauh dari Pulau Sepa soalnya ada pengunjung dari Pulau Sepa juga yang snorkeling di sekitar pulau kita ((pulau kita)). Gw pikir sih, hmm mayan uga nih Pulau Dolphin, orang dari Sepa aja ke sini.  Dulu pernah ke Sepa, resort di sana lumayan mahal, yah di bawah Pulau Macan. Biasanya orang-orang ambil diving license suka stay di Pulau Sepa. Ini bukan sombong tapi dulu gw ke Sepa juga karena outing kantor, alhamdulilah aja :')))

pantai adalah halaman tenda Anda





Pulau Dolphin ini suasanya mirip Pulau Kiluan Lampung. Pantai di depan tenda ini airnya tenang buat snorkeling tapi di sisi lain Pulau Dolphin ini pantainya berbatu dan banyak bulu babi. Oiya satu lagi, kalau mau diriin tenda kalau bisa jangan di ujung-ujung area camp pantai ya, soalnya kalau malam air pasang dari pantai bisa naik ke tenda, ini dialamin sama tetangga tenda kita :))




kalo bisa jangan nenda di deker sini, pasang :))

Hari kedua masih diisi sama masak, makan, ga mandi, mancing dan snorkeling and repeat. Kita pergi ke beberapa spot snorkeling, salah satunya ke pulau gusung. Sayangnya karena udah mulai masuk musim hujan, air laut gak terlalu bening jadi jarak pandangnya ga gitu jauh *sotoy* tapi tetep bagus sih :') 


pulau gusung




Saat snorkeling jangan lupa juga bawa barang yang berharga, soalnya Pulau Dolphin itu sering jadi tujuan orang-orang buat island tour (singgah dari pulau satu ke pulau lain buat foto-foto atau snorkeling). Jaga-jaga aja sih.

Hari ketiga, kita masih bisa nikmatin sunrise & renang2 sebentar sebelum pulang dengan hati senang karena bisa liburan murah. Walaupun sempet agak kesel karena Pak Bob jemput kita lamaaa banget buat snorkeling kan udah ga sabar :'( Tapi kita ga kapok sih pengen ngecamp di pulau-pulau lain lagi :D


nungguin pak bob sampe begini


Olympus Mju Zoom 115 + Kodak Gold 200 fresh
Dev & Scan Shutter & Button
Pulau Dolphin, 2015

1.30.2017

Trekking | Gunung Prau via Patak Banteng - Dieng

Sebenernya udah lama mau share catper ke Gunung Prau di tahun 2015 dan sekarang udah masuk tahun 2017 haha. Perjalanan kesini pun sebenernya bisa dibilang cukup mendadak karena tiba-tiba pengen naik gunung aja, kebetulan masih ada tiket kereta Serayu Malam yang masih tersedia.

Gw, Ian, Mba Icha berangkat dari Jakarta naik kereta dari Pasar Senin sekitar pukul 9 malam, dan rute kereta ini panjang banget lewat daerah Bandung segala, buat yang gak biasa naik kereta bisa-bisa pegel duluan haha. Kayanya sih kalau naik kereta ini pagi-siang hari bakal bagus pemandangannya. Akhirnya kami sampai di Purwokerto sekitar pukul 7.30 pagi.

Sambil cari sarapan kami pun ngobrol-ngobrol dengan rombongan pendaki lain yang ternyata mau ke Gunung Prau juga, pas lah akhirnya kita charter mobil bareng ke basecamp Patak Banteng dengan mereka.

Ternyata perjalanan dari Stasiun Purwokerto ke basecamp cukup lama karena macet di daerah Dieng saat weekend. Setelah makan siang yang telat dan packing ulang, kami pun berangkat setelah solat Ashar *lah jadi ngaret amat tapi gapapa gunungnya gak kemana.

Trek awal kita akan melewati tangga-tangga pemukiman penduduk dan ladang, nah ini nih yang bikin cape. Setelah itu, kita akan nanjak memasuki hutan dengan trek tanah yang cukup lebar, kalau sedang musim hujan mungkin jadi becek banget dan licin nih :D



Sepanjang jalur kita berjalan santai mengingat Mba Icha baru pertama kali ini naik gunung, itung-itung sambil foto pemandangan. Akhirnya kami pun sampai di area camp tidak lama setelah maghrib dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Kami pun langsung pasang tenda sambil kedinginan, gunung di daerah Jawa Tengah rasanya memang lebih dingin ya :))

Pagi harinya, suasana Prau rame kaya pasar pagi nungguin Matahari buka haha. 



Udah mulai cerah, siluet Sindoro Sumbing baru keliatan, cantiquuee :))





Setelah puas foto-foto dan sarapan pancake *ala-ala banget ini. Kami pun bebenah dan jalan menuju Dieng, lintas jalur supaya dapet pemandangan yang beda. 

Karena baru mau masuk musim hujan, rumput-rumput di Bukit Teletubbies ini masih menguning belum hijau-hijau. 









Di Bukit Teletubbies ini, kita bakal nemuin banyak banget bunga daisy. 




Di tengah jalur menuju Basecamp Dieng, kita akan menemukan pertigaan. Kalau belok kiri kita akan ke jalur lain (lupa apa namanya, katanya sih lebih landai), nah kalau belok kanan kita akan ke arah Dieng


Jalur Dieng ini lebih landai dari Patak Banteng, dari basecamp juga kita bisa istirahat di warung-warung penduduk/Losmen Bu Djono yang hits itu, atau langsung jalan-jalan ke spot wisata sekitar Dieng. 


Overall, (((overalll))), nanjak ke Gunung Prau itu seru karena kita gak butuh waktu yang panjang untuk trekking dan viewnya udah cakep banget! Buat warga Jakarta dan sekitarnya, bisa banget weekend getaway pulang pergi ke sini kaya kita, Jumat malem berangkat, Minggu pulang :D 

Olympus Mju Zoom 115 + Kodak Gold 200 atau 400 ya (?) hahaha
Dev & Scan: Shutter & Button

1.21.2017

On The Way | Around Jeddah

I didn't have much time in Jeddah, it's only for transit and shopping time. 



Olympus Mju Zoom 115 + Kodak Ektar 100